Buku Komputer

Membahas berbagai macam buku komputer untuk anak

Bab 2. Belajar Memprogram [Pemrograman Python Untuk Anak] – bagian 11 { Mengunakan Modul }

Modul digunakan untuk mengelompokkan fungsi, variabel, dan hal-hal lain menjadi sesuatu yang lebih besar, program yang lebih powerful. Beberapa modul sudah built-in di dalam python, dan kamu bisa mendownload modul lainnya secara terpisah. Kamu akan menemukan modul untuk menulis game kamu (seperti tkinter, yang sudah build-in, dan pygame yang terpisah). Modul untuk memanipulasi gambar (seperti PIL, the Python Imaging Library), dan modul untuk menggambar 3 dimensi (seperti Panda3D).

panda3d

Modul juga bisa digunakan untuk semua hal berguna lainnya. Sebagai contoh, jika kamu mendesain game simulasi, dan kamu ingin dunia dalam game berubah serealistis mungkin, kamu bisa menghitung tanggal dan waktu saat ini menggunkan modul built-in yang bernama time:

>>> import time;

Disini, perintah import digunakan untuk memberitahu python bahwa kita ingin menggunakan modul time. Kita kemudian dapat memanggil fungsi yang tersedia di modul ini, menggunakan simbol dot. (Ingat kita menggunakan fungsi seperti saat bekerja dengan modul turtle di bab sebelumnya seperti t.forward(50) ). Sebagai contoh, disini adalah bagaimana caranya kita memanggil fungsi asctime dalam modul time :

>>> print(time.asctime())
'Mon Nov 5 12:40:27 2012'

Fungsi asctime adalah bagian dari modul time yang mengembalikan tanggal dan waktu saat ini, sebagai string.

Sekarang anggap kamu ingin meminta seseorang yang menggunakan program kamu untuk memasukkan sebuah nilai, mungkin tanggal lahirnya, atau umurnya. Kamu bisa melakukan ini dengan pernyataan print, untuk menampilkan pesan, dan modul sys (kependekan dari system), yang berisi utilitas untuk berinteraksi dengan sistem python itu sendiri. Pertama kita mengimport modul sys:

jam pasir

>>> import sys;

didalam modul sys adalah modul khusus yang disebut stdin (kependekan dari standard input), yang menyediakan fungsi yang sangat berguna disebut readline. Fungsi readline digunakan untuk membaca satu baris teks yang diketikkan pada keyboard sampai kamu menekan tombol enter. (Kita akan melihat bagaimana objek bekerja pada bab berikutnya). Untuk mengetes readline, masukkan kode ini di shell python:

>>> import sys
>>> print(sys.stdin.readline())

Jika kamu kemudian mengetikkan beberapa kata kemudian menekan enter, kata-kata itu kemudian akan dicetak ke layar. Pikirkan kembali kode yang kita tulis di bab sebelumnya, menggunakan pernyataan if :

>>> if age >= 10 and age <= 13:
        print('What is 13 + 49 + 84 + 155 + 97? A headache!')
else:
        print('Huh?')

Dari pada membuat variabel age dan memberikan nilai tertentu sebelum pernyataan if, sekarang kita bisa meminta seseorang untuk memasukkan nilainya. Tapi pertama, mari kita taruh kode tersebut dalam sebuah fungsi:

>>> def silly_age_joke(age):
        if age >= 10 and age <= 13:
                print('What is 13 + 49 + 84 + 155 + 97? A headache!')
        else:
                print('Huh?')

Sekarang kamu bisa memanggil fungsi itu dengan mengetikkan namanya, kemudian beritahu angka berapa yang akan digunakan dengan memasukkan nilainya didalam tanda kurung. Apakah ini berfungsi?

>>> silly_age_joke(9)
Huh?
>>> silly_age_joke(10)
What is 13 + 49 + 84 + 155 + 97? A headache!

Berhasil! Sekarang mari kita membuat fungsi yang menanyakan umur seseorang. (Kamu bisa menambahkan atau mengubah fungsinya sebanyak yang kamu mau.)

>>> def silly_age_joke():
         print('How old are you?')
         age = int(sys.stdin.readline())
         if age >= 10 and age <= 13:
              print('What is 13 + 49 + 84 + 155 + 97? A headache!')
         else:
              print('Huh?')

Apakah kamu memperhatikan fungsi int didalamnya, yang mengubah string menjadi angka? Kita memasukkan fungsi itu karena fungsi readline() apapun yang diketikkan seseorang sebagai string, tapi kita membutuhkan angka sehingga kita bisa membandingkannya dengan angka 10 dan angka 13. Untuk mencobanya sendiri, panggil fungsi itu tanpa parameter, dan kemudian ketikkan angka berapa umurmu sekarang? Seperti dibawah ini :

>>> silly_age_joke()
How old are you?
10
What is 13 + 49 + 84 + 155 + 97? A headache!
>>> silly_age_joke()
How old are you?
15
Huh?

Apa Yang Telah Kamu Pelajari

Dalam bab ini kamu telah mempelajari bagaimana membuat potongan kode yang bisa digunakan kembali dalam python dengan fungsi dan bagaimana menggunakan fungsi yang disediakan oleh modul. Kamu belajar bagaimana lingkup kontrol variabel apakah mereka bisa dilihat didalam atau diluar fungsi, dan bagaimana membuat fungsi menggukanan kata kunci def. Kamu juga menemukan cara bagaimana mengimport modul sehingga kamu bisa menggunkan isinya.

Categories: Buku Komputer, Pemrograman Komputer, Python | Tag: | Tinggalkan komentar

Bab 2. Belajar Memprogram [Pemrograman Python Untuk Anak] – bagian 10 { Fungsi }

2.7. Mendaur ulang Kode Program dengan Fungsi dan Modul

Pikirkan tentang berapa banyak hal yang kamu buang setiap hari: botol air, kaleng soda, tas keripik kentang, bungkus plastik, tas belanja, koran, majalah, dan sebagainya. Sekarang bayangkan apa yang akan terjadi jika semua sampah yang baru saja dibuang di tumpukan di ujung jalan Anda, tanpa memisahkan kertas, plastik, dan kaleng.

Tentu saja, kamu mungkin mendaur ulang sebanyak mungkin, yang baik, karena tidak ada yang suka memanjat tumpukan sampah dalam perjalanan ke sekolah. Daripada menjadi tumpukan kotoran, botol-botol kaca bisa kamu daur ulang dengan dilebur dan diubah menjadi botol baru, kertas pulp menjadi kertas daur ulang, dan plastik diubah menjadi barang-barang plastik yang lebih berat. Jadi kita bisa menggunakan kembali hal-hal yang kita biasanya buang.

Dalam dunia pemrograman, reuse/penggunaan ulang adalah sama pentingnya. Jelas, program anda tidak akan hilang di bawah tumpukan sampah, tetapi jika Anda tidak menggunakan kembali sebagian dari apa yang Anda lakukan, Anda akhirnya akan menyakiti jari-jarimu karena kebanyakan mengetik. Reuse juga membuat kode Anda lebih pendek dan lebih mudah dibaca.

Seperti yang akan Anda pelajari dalam bab ini, Python menawarkan sejumlah cara yang berbeda untuk menggunakan kembali kode program yang telah dibuat.

Fig 2.7.1. Daur ulang limbah

Menggunakan Fungsi

Kamu sudah melihat salah satu cara untuk mendaur ulang kode Python. Dalam bab sebelumnya, kita menggunakan fungsi range dan list untuk membuat Python menghitung.

>>> list(range(0, 5))
[0,1,2,3,4]

Jika Anda tahu bagaimana cara menghitung, itu tidak terlalu sulit untuk membuat daftar nomor berturut-turut dengan mengetikkan mereka, tetapi semakin besar daftarnya, semakin banyak mengetik yang perlu kamu lakukan. Namun, jika kamu menggunakan fungsi, kamu dapat dengan mudah membuat daftar dengan seribu nomor.

Berikut ini adalah contoh yang menggunakan fungsi list dan fungsi range untuk menghasilkan daftar nomor:

>>> list(range(0, 1000))
[0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16...,997,998,999]

Fungsi adalah potongan kode program yang memberitahu Python untuk melakukan sesuatu. Mereka adalah salah satu cara untuk menggunakan ulang kode program kamu. Kamu dapat menggunakan fungsi dalam program kamu lagi dan lagi.

Ketika kamu sedang menulis program sederhana, fungsi bisa berguna. Setelah kamu mulai menulis kode yang panjang, program yang lebih rumit, seperti permainan, fungsi sangat penting (dengan asumsi Anda ingin selesai menulis program anda abad ini).

Bagian-bagian dari Fungsi

fungsi memiliki tiga bagian: nama fungsi, parameter, dan isi. Ini adalah contoh fungsi sederhana:

>>> def testfunc(myname):
        print('hello %s' % myname)

Nama fungsi diatas adalah testfunc. Ia memiliki satu parameter, myname, dan isinya adalah blok kode segera setelah baris yang dimulai dengan def (kependekan dari define/menentukan). Parameter adalah variabel yang hanya ada saat fungsi sedang digunakan.

Kamu dapat menjalankan fungsi dengan memanggil namanya, dengan menggunakan tanda kurung di sekitar nilai parameter:

>>> testfunc('Mary')
hello Mary

Fungsi bisa mengambil dua, tiga, atau sejumlah parameter, bukan hanya satu:

>>> def testfunc(fname, lname):
       print('Hello %s %s' % (fname, lname))

Dua nilai untuk parameter ini dipisahkan oleh koma:

>>> testfunc('Mary', 'Smith')
Hello Mary Smith

Kita juga bisa menciptakan beberapa variabel pertama dan kemudian memanggil fungsi beserta mereka:

>>> firstname = 'Joe'
>>> lastname = 'Robertson'
>>> testfunc(firstname, lastname)
Hello Joe Robertson

Sebuah fungsi sering digunakan untuk mengembalikan nilai, menggunakan pernyataan return. Sebagai contoh, Anda bisa menulis fungsi untuk menghitung berapa banyak uang yang kamu tabung:

>>> def savings(pocket_money, paper_route, spending):
return pocket_money + paper_route – spending

Fungsi diatas mengambil tiga parameter. Ia menambahkan dua yang pertama (pocket_money dan paper_route) dan mengurangi dengan yang terakhir (spending). Hasilnya dikembalikan dan dapat diberikan ke sebuah variabel (dengan cara yang sama kita menetapkan nilai-nilai lain untuk variabel) atau dicetak:

>>> print(savings(10, 10, 5))
15

Variabel dan Lingkupnya

Sebuah variabel yang ada di dalam tubuh fungsi tidak dapat digunakan lagi ketika fungsi telah selesai berjalan karena ia hanya ada di dalam fungsi. Dalam dunia pemrograman, ini disebut ruang lingkup/scope.

Mari kita lihat fungsi sederhana yang menggunakan beberapa variabel tetapi tidak memiliki parameter:

>>> def variable_test():
first_variable = 10
second_variable = 20
return first_variable * second_variable

Dalam contoh ini, kita membuat fungsi yang disebut variable_test, yang mengalikan dua variabel (first_variable dan second_variable) dan mengembalikan hasilnya.

>>> print(variable_test())
200

Jika kita memanggil fungsi ini menggunakan print, kita mendapatkan hasilnya: 200. Namun, jika kita mencoba untuk mencetak isi first_variable (atau second_variable, dalam hal ini) di luar blok kode dalam fungsi tersebut, kita mendapatkan pesan error:

>>> print(first_variable)
Traceback (most recent call last):
File "<pyshell#50>", line 1, in <module>
print(first_variable)
NameError: name 'first_variable' is not defined

Jika variabel didefinisikan di luar fungsi, ia memiliki ruang lingkup yang berbeda. Sebagai contoh, mari kita mendefinisikan variabel sebelum kita membuat fungsi kita, dan kemudian mencoba menggunakannya dalam fungsi:

>>> another_variable = 100
>>> def variable_test2():
first_variable = 10
second_variable = 20
        return first_variable * second_variable * another_variable

Dalam kode ini, meskipun variabel first_variable dan second_variable tidak dapat digunakan di luar fungsi, another_variable variabel (yang dibuat di luar fungsi) dapat digunakan di dalamnya. Berikut hasil dari panggilan fungsi ini:

>>> print(variable_test2())
20000

Sekarang, misalkan Anda sedang membangun sebuah pesawat ruang angkasa dari sesuatu yang ekonomis seperti kaleng-kaleng bekas. Anda pikir Anda dapat meratakan 2 kaleng seminggu untuk membuat dinding melengkung dari pesawat ruang angkasa Anda, tetapi Anda akan membutuhkan sesuatu seperti 500 kaleng untuk menyelesaikan badan pesawat. Kita dapat dengan mudah menulis fungsi untuk membantu menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk meratakan 500 kaleng jika kita melakukan 2 kaleng seminggu.

Fig 2.7.2. Gambar alien

Mari kita membuat fungsi untuk menunjukkan berapa banyak kaleng yang kita ratakan setiap minggu sampai satu tahun. Fungsi kita akan mengambil jumlah kaleng sebagai parameter:

>>> def spaceship_building(cans):
total_cans = 0
for week in range(1, 53):
total_cans = total_cans + cans
print('Week %s = %s cans' % (week, total_cans))

Pada baris pertama dari fungsi tersebut, kita membuat sebuah variabel yang disebut total_cans dan set nilainya ke 0. Kami kemudian membuat loop untuk minggu dalam setahun dan menambahkan jumlah kaleng rata setiap minggu. Ini adalah blok kode yang merupakan isi fungsi kita. Tapi ada juga blok lain kode dalam fungsi ini: dua baris terakhir, yang membentuk blok untuk loop.

Mari kita coba memasukkan fungsi yang di shell dan menyebutnya dengan nilai yang berbeda untuk jumlah kaleng:

>>> spaceship_building(2)
Week 1 = 2 cans
Week 2 = 4 cans
Week 3 = 6 cans
Week 4 = 8 cans
Week 5 = 10 cans
Week 6 = 12 cans
Week 7 = 14 cans
Week 8 = 16 cans
Week 9 = 18 cans
Week 10 = 20 cans
(continues on...)
>>> spaceship_building(13)
Week 1 = 13 cans
Week 2 = 26 cans
Week 3 = 39 cans
Week 4 = 52 cans
Week 5 = 65 cans
(continues on...)

Fungsi ini dapat digunakan kembali dengan nilai jumlah kaleng yang berbeda untuk tiap minggu, yang sedikit lebih efisien daripada mengetik ulang setiap kali Anda ingin mencobanya dengan nomor yang berbeda.

Fungsi juga dapat dikelompokkan dalam modul, yang mana Python menjadi benar-benar berguna, dibandingkan dengan hanya sedikit berguna.

 

Categories: Buku Komputer, Pemrograman Komputer, Python | Tag: | Tinggalkan komentar

Bab 2. Belajar Memprogram [Pemrograman Python Untuk Anak] – bagian 9 { Perulangan }

2.6. Perulangan

Tidak ada yang lebih buruk daripada harus melakukan hal yang sama berulang-ulang. Ada alasan mengapa beberapa orang menghitung domba ketika mereka sedang mengalami kesulitan tidur, dan itu tidak ada hubungannya dengan kekuatan luar biasa dalam menginduksi tidur  dari mamalia berbulu tersebut. Ini karena tak henti-hentinya mengulangi sesuatu jadi membosankan, dan pikiran Anda bisa menurun hingga kemudian tidur menjadi lebih mudah jika Anda tidak fokus pada sesuatu yang menarik.

Programmer tidak begitu suka mengulang sesuatu juga, kecuali mereka berusaha untuk tertidur. Untungnya, kebanyakan bahasa pemrograman memiliki apa yang disebut untuk loop/perulangan, yang mengulangi hal-hal seperti pernyataan pemrograman dan blok kode lainnya secara otomatis.

Fig 2.6.1. Domba hipnotisePada bab ini, kita akan melihat pada perulangan, serta jenis lain dari perulangan yang python tawarkan: perulangan while.

Menggunakan Perulangan

Untuk mencetak kata hello lima  kali di python, kamu bisa melakukkannya dengan cara berikut ini:

>>> print("hello")
hello
>>> print("hello")
hello
>>> print("hello")
hello
>>> print("hello")
hello
>>> print("hello")
hello

Tapi ini agak membosankan. Sebaliknya, Anda dapat menggunakan untuk perulangan untuk mengurangi jumlah yang harus diketik dan diulang, seperti ini:

>>> for x in range(0, 5):
         print('hello')

  hello
  hello
  hello
  hello
  hello

Fungsi range di dapat digunakan untuk membuat sebuah list nomor mulai dari angka yang disebut diawal hingga angka sebelum angka yang disebut terakhir. Itu mungkin terdengar sedikit membingungkan. Mari kita menggabungkan fungsi range dengan fungsi list untuk melihat persis bagaimana ini bekerja. Fungsi range tidak benar-benar membuat daftar/list nomor, melainkan mengembalikan sebuah iterator, yang merupakan jenis objek Python yang dirancang khusus untuk bekerja dengan loop. Namun, jika kita menggabungkan range dengan list, kita mendapatkan daftar nomor.

>>> print(list(range(10, 20)))
[10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19]

Dalam kasus perulangan for , kode di sebenarnya memberitahu Python untuk melakukan hal berikut:

  • mulai menghitung dari 0 dan berhenti sebelum mencapai 5.
  • untuk setiap angka yang kita hitung simpan nilai di variabel x.

Kemudian Python mengeksekusi blok kode print(‘hello’) . Catat bahwa terdapat 4 spasi tambahan di awal baris (jika kamu membandingkan dengan baris di atasnya). IDLE akan secara otomatis mengidentasikan ini untukmu. Ketika kita menekan [enter] setelah baris kedua, Python akan mencetak “hello” lima kali. Kita juga bisa menggunakan x dalam pernyataan print untuk menghitung kata hello:

>>> for x in range(0, 5):
        print('hello %s' % x)
hello 0
hello 1
hello 2
hello 3
hello 4

Jika kita tidak menggunakan perulangan lagi, kode kita mungkin terlihat seperti ini:

>>> x = 0
>>> print('hello %s' % x)
hello 0
>>> x = 1
>>> print('hello %s' % x)
hello 1
>>> x = 2
>>> print('hello %s' % x)
hello 2
>>> x = 3
>>> print('hello %s' % x)
hello 3
>>> x = 4
>>> print('hello %s' % x)
hello 4

Jadi dengan menggunakan loop telah benar-benar menyelamatkan kita dari menulis delapan baris tambahan kode. Programmer yang baik benci melakukan hal-hal lebih dari sekali, sehingga perulangan adalah salah satu pernyataan yang lebih populer dalam bahasa pemrograman.

Anda tidak perlu untuk tetap menggunakan fungsi range dan list ketika membuat perulangan. Anda juga bisa menggunakan list yang telah Anda buat, seperti daftar belanja dari Bab 2.3, sebagai berikut:

>>> wizard_list = ['spider legs', 'toe of frog', 'snail tongue',
               'bat wing', 'slug butter', 'bear burp']
>>> for i in wizard_list:
        print(i)
spider legs
toe of frog
snail tongue
bat wing
slug butter
bear burp

Kode ini adalah cara untuk mengatakan, “Untuk setiap item dalam wizard_list, simpan nilai dalam variabel i, dan kemudian cetak isi variabel itu.” Sekali lagi, jika kita tidak menggunakan perulangan, kita perlu melakukannya seperti ini:

Fig 2.6.2. Bekicot pemalas

>>> wizard_list = ['spider legs', 'toe of frog', 'snail tongue',
               'bat wing', 'slug butter', 'bear burp']
>>> print(wizard_list[0])
spider legs
>>> print(wizard_list[1])
toe of frog
>>> print(wizard_list[2])
snail tongue
>>> print(wizard_list[3])
bat wing
>>> print(wizard_list[4])
slug butter
>>> print(wizard_list[5])
bear burp

Jadi sekali lagi, loop telah menyelamatkan kita dari mengetik terlalu banyak.

Mari kita membuat loop lain. Ketik kode berikut ke shell. Ini seharusnya kode anda secara otomatis terindentasi untuk Anda.

>>> hugehairypants = ['huge', 'hairy', 'pants']
 >>> for i in hugehairypants:
         print(i)
         print(i)

 huge
  huge
  hairy
  hairy
  pants
  pants

Pada baris pertama, kami membuat list yang berisi ‘huge’, ‘hairy’, dan ‘pants’. Pada baris berikutnya, kita melakukan perulangan melalui item dalam daftar itu, dan setiap item kemudian disimpan ke variabel i. Kami mencetak isi dari variabel dua kali dalam dua baris berikutnya. Menekan enter pada baris kosong berikutnya memberitahu Python untuk mengakhiri blok, dan kemudian menjalankan kode dan mencetak setiap elemen dari list dua kali.

Fig 2.6.3. Celana besar berbulu

Ingat bahwa jika Anda salah memasukkan jumlah spasi, Anda akan berakhir dengan pesan kesalahan. Jika Anda memasukkan kode dengan spasi tambahan pada baris keempat, Python akan menampilkan kesalahan identasi:

>>> hugehairypants = ['huge', 'hairy', 'pants']
>>> for i in hugehairypants:
        print(i)
         print(i)

SyntaxError: unexpected indent

Seperti yang Anda pelajari dalam Bab 2.5, Python mengharapkan jumlah spasi di blok secara konsisten. Tidak peduli berapa banyak spasi yang Anda masukkan, selama Anda menggunakan jumlah yang sama untuk setiap baris baru (selain itu membuat kode lebih mudah bagi manusia untuk dibaca).

Berikut adalah contoh yang lebih rumit pada perulangan dengan dua blok kode:

>>> hugehairypants = ['huge', 'hairy', 'pants']
>>> for i in hugehairypants:
        print(i)
        for j in hugehairypants:
                print(j)

Dimana blok dalam kode ini? Blok pertama adalah perulangan for yang pertama:

hugehairypants = ['huge', 'hairy', 'pants']
for i in hugehairypants:
    print(i)                   #
    for j in hugehairypants:   # These lines are the FIRST block.
        print(j)               #

Blok kedua adalah baris print kedua pada perulangan for :

hugehairypants = ['huge', 'hairy', 'pants']
  for i in hugehairypants:
      print(i)
     for j in hugehairypants:
         print(j)              # This line is also the SECOND block.

Dapatkah Anda mencari tahu apa yang akan dilakukan kode ini?

Setelah list yang disebut hugehairypants dibuat, kita bisa mengatakan dari dua baris berikutnya yang akan diulang melalui item dalam list dan mencetaknya masing-masing. Namun, ia akan mengulang atas list itu lagi, kali ini menetapkan nilai ke variabel j, dan kemudian mencetak setiap item lagi. Kode pada baris ke 4 dan 5 masih merupakan bagian dari perualangan for, yang berarti mereka akan dieksekusi untuk setiap item saat perulangan berjalan melalui list.

Jadi, ketika kode ini berjalan, kita harus melihat huge diikuti oleh huge, hairy, pants dan kemudian hairy diikuti oleh hugehairy, pants dan sebagainya.

Masukkan kode ini ke shell Python dan lihat sendiri:

>>> hugehairypants = ['huge', 'hairy', 'pants']
  >>> for i in hugehairypants:
         print(i)
          for j in hugehairypants:
                 print(j)

  huge
    huge
    hairy
    pants
  hairy
    huge
    hairy
    pants
  pants
    huge
    hairy
    pants

Python memasuki perulangan pertama dan mencetak item dari list. Selanjutnya, memasuki perulangan kedua dan mencetak semua item dalam list. Kemudian berlanjut dengan perintah print(i), mencetak item berikutnya dalam daftar, dan kemudian mencetak daftar lengkap lagi dengan print(j).

Bagaimana tentang sesuatu yang lebih praktis daripada mencetak kata-kata konyol? Ingat perhitungan yang kita bahas dalam Bab 2 untuk menentukan berapa banyak koin emas yang akan Anda miliki pada akhir tahun jika Anda menggunakan penemuan gila kakekmu untuk menduplikasi koin? Itu tampak seperti ini:

>>> 20 + 10 * 365 − 3 * 52

Ini merupakan penemuan 20koin ditambah 10 koin magic dikalikan 365 hari dalam setahun, minus 3 koin seminggu dicuri oleh gagak.

Fig 2.6.4. gagak mencuri koin emas

Hal ini mungkin berguna untuk melihat bagaimana tumpukan koin emas Anda akan meningkat setiap minggu. Kita dapat melakukan ini dengan perulangan for yang lain, tapi pertama-tama, kita perlu mengubah nilai variabel magic_coins kami sehingga mewakili jumlah koin sihir per minggu. Itu 10 koin ajaib per hari kali 7 hari dalam seminggu, sehingga magic_coins seharusnya 70:

>>> found_coins = 20
>>> magic_coins = 70
>>> stolen_coins = 3

Kita bisa melihat harta kita meningkat setiap minggu dengan menciptakan variabel lain, yang disebut koin, dan menggunakan loop:

>>> found_coins = 20
  >>> magic_coins = 70
  >>> stolen_coins = 3
 >>> coins = found_coins
 >>> for week in range(1, 53):
         coins = coins + magic_coins - stolen_coins
         print('Week %s = %s' % (week, coins))

Jadi, jika Anda menjalankan program ini, Anda akan melihat sesuatu seperti ini:

Fig 2.6.5. magic coin dengan perulangan

Kita Berbicara Tentang Perulangan While

Perulangan for  bukan satu-satunya jenis perulangan yang bisa Anda dapat buat dalam Python. Ada juga bisa menggunakan perulangan while. Perulangan for adalah perulangan dari panjang tertentu, sedangkan perulangan while  adalah perulangan yang digunakan ketika Anda tidak tahu sebelumnya waktu yang dibutuhkan untuk menghentikan perulangan.

Bayangkan tangga dengan 20 langkah. Tangga di dalam ruangan, dan Anda tahu bahwa Anda dapat dengan mudah naik 20 langkah. Perulangan for akan menjadi seperti itu.

>>> for step in range(0, 20):
        print(step)

Sekarang bayangkan sebuah tangga naik gunung. Gunung ini benar-benar tinggi, dan Anda mungkin kehabisan energi sebelum Anda mencapai puncak, atau cuaca mungkin berubah menjadi buruk, memaksa Anda untuk berhenti. Inilah yang perulangan while akan tampak seperti.

step = 0
while step < 10000:
print(step)
if tired == True:
break
elif badweather == True:
break
else:
step = step + 1

Jika Anda mencoba untuk masuk dan menjalankan kode ini, Anda akan mendapatkan error. Mengapa? Kesalahan terjadi karena kita belum membuat variabel tired dan badweather. Meskipun tidak ada kode cukup di sini untuk benar-benar membuat program kerja, hal ini menunjukkan contoh dasar loop sementara.

Fig 2.6.6. Awan Mendung

Kita mulai dengan menciptakan sebuah variabel yang disebut step dengan step = 0. Selanjutnya, kita membuat perulangan while yang memeriksa apakah nilai dari variabel step kurang dari 10.000 (step <10000), yang merupakan jumlah langkah dari bawah gunung ke atas. Selama langkah kurang dari 10.000, Python akan mengeksekusi sisa kode.

Dengan print(step), kita mencetak nilai variabel dan kemudian memeriksa apakah nilai variabel tired bernilai Benar dengan if tired ==  True:. (True disebut nilai Boolean, yang akan kita pelajari di Bab 2.8.) Jika ya, kita menggunakan kata kunci break untuk keluar dari loop. kata kunci brean adalah cara melompat keluar dari loop (dengan kata lain, berhenti) segera, dan bekerja dengan baik untuk kedua perulangan while dan for. Di sini ia memiliki efek melompat keluar dari blok dan ke baris step = step + 1.

Baris elif badweather == True: memeriksa untuk melihat apakah variabel badweather  diatur ke True. Jika demikian, kata kunci break membuatnya keluar dari perulangan. Jika tidak lelah/tired atau badweather tidak True (yang lain), kita tambahkan 1 ke variabel step dengan step = step + 1, dan terus melakukan perulangan.

Jadi langkah-langkah dari perulangan while adalah sebagai berikut:

  1. Check the condition.
  2. Execute the code in the block.
  3. Repeat.

Lebih umum, perulangan while mungkin dibuat dengan beberapa kondisi, bukan hanya satu, seperti ini:

>>> x = 45
>>> y = 80
>>> while x < 50 and y < 100:
x = x + 1
y = y + 1
print(x, y)

Di sini, kita membuat variabel x dengan nilai 45 , dan variabel y dengan nilai 80. Perulangan mengecek untuk dua kondisi di: apakah x kurang dari 50 dan apakah y kurang dari 100. Sementara kedua kondisi adalah benar, baris yang mengikutinya dijalankan, menambahkan 1 untuk kedua variabel dan kemudian mencetaknya. Berikut output dari kode ini:

46 81
47 82
48 83
49 84
50 85

Dapatkah Anda mencari tahu bagaimana ini bekerja?

Kami mulai menghitung pada 45 untuk variabel x dan pada 80 untuk variabel y, dan kemudian tembahkan 1 (tambahkan 1 untuk setiap variabel) setiap kali kode dalam perulangan dijalankan. Perulangan akan berjalan selama x kurang dari 50 dan y kurang dari 100. Setelah perulangan lima kali (1 ditambahkan ke masing-masing variabel setiap kali), nilai dalam x mencapai 50. Sekarang kondisi pertama (x <50) tidak lagi benar, sehingga Python tahu untuk menghentikan perulangan.

Penggunaan umum lainnya dari perulangan while adalah untuk menciptakan loop semi-abadi. Ini adalah jenis loop yang bisa berlangsung selamanya, tetapi sebenarnya terus sampai sesuatu terjadi dalam kode untuk keluar dari itu. Berikut ini adalah contohnya:

while True:
lots of code here
lots of code here
lots of code here
if some_value == True:
break

Kondisi perulangan while hanya True, yang selalu benar, sehingga kode di blok akan selalu berjalan (dengan demikian, loop abadi). Hanya jika variabel some_value  benar Python akan keluar dari loop.

Apa Yang Telah Kamu Pelajari

Dalam bab ini, kami menggunakan perulangan untuk melakukan tugas yang berulang tanpa melakukan semua pengulangan. Kita diberitahu Python apa yang kita inginkan berulang dengan menulis tugas-tugas tersebut di dalam blok kode, yang kita masukkan ke dalam perulangan. Kami menggunakan dua jenis perulangan: perulangan for dan perulangan while, yang serupa tetapi dapat digunakan dalam cara yang berbeda. Kami juga menggunakan kata kunci break untuk menghentikan perulangan – yaitu, untuk keluar dari lingkaran.

Teka-teki Pemrograman

1. Perulangan Hello

Menurutmu apa yang akan dilakukan kode program ini? Pertama, coba tebak, lalu kemudian coba jalankan di python untuk melihat apakah tebakanmu benar.

for x in range(0, 20):
   print('hello %s', % x)
   if x < 9:
      break

2. Bilangan Genap

Buat sebuah perulangan yang mencetak angka genap sampai mencapai umur kamu sekarang, jika umur kamu berupa bilangan ganjil, cetak bilangan ganjil hingga mencapai bilangan umur kamu. Sebagai contoh, ia mungkin akan mencetak bilangan seperti dibawah ini:

2
4
6
8
10
12
14

3. Rasa Favorit Saya

Buatlah sebuah list yang berisi rasa sandwich yang berbeda-beda, seperti dibawah ini:

ingredients = ['ayam bakar', 'sapi barbeque', 'kambing guling', 'bebek goreng peking', 'sate kerbau']

Sekarang buat perulangan yang mencetak list  (termasuk angka):

1 ayam bakar
2 sapi barbeque
3 kambing guling
4 bebek goreng peking
5 sate kerbau

4. Berat badan kamu di bulan

Jika kamu berdiri di bulan sekarang, berat kamu akan berkurang 16,5% dari berat kamu di bumi. Kamu bisa menghitungnya dengan mengalikan berat badan kamu di bumi dengan 0,165.

Jika kamu bertambah 1 kilo setiap tahun selama 15 tahun kedepan, berapa berat badan kamu ketika mengunjungi bulan setiap tahunnya dan pada tahun ke 15? Tulislah sebuah program menggunakan perulangan yang mencetak berat badan kamu di bulan setiap tahunnya.

Categories: Buku Komputer, Pemrograman Komputer, Python | Tag: | Tinggalkan komentar

Bab 2. Belajar Memprogram [Pemrograman Python Untuk Anak] – bagian 3 { Strings }

2.3. Strings, Lists, Tuples, dan Maps

Dalam Bab 2.2, kita melakukan beberapa perhitungan dasar dengan Python, dan Anda belajar tentang variabel. Dalam bab ini, kami akan bekerja dengan beberapa item lain dalam program Python: string, list, tuple, dan map. Anda akan menggunakan string untuk menampilkan pesan dalam program Anda (seperti pesan dalam permainan “Get Ready” dan “Game Over”). Anda juga akan menemukan bagaimana daftar, tuple, dan map yang digunakan untuk menyimpan koleksi sesuatu hal.

Strings

Dalam istilah pemrograman, biasanya kita menyebut teks sebagai string. Ketika Anda memikirkan string sebagai kumpulan huruf, istilah string menjadi masuk akal. Semua huruf, angka, dan simbol dalam buku ini bisa jadi string. Untuk itu, nama Anda bisa jadi string, juga alamat Anda. Bahkan, program Python pertama kita buat di Bab 1 menggunakan string: “Hello World”.

Fig 2.3.1. gorilla

Membuat String

Pada Python, kita membuat sebuah string dengan meletakkan tanda kutip di sekitar teks. Sebagai contoh, kita bisa mengambil variabel fred dan menggunakannya untuk melabeli string, seperti ini:

fred = “Mengapa gorila memiliki lubang hidung besar? Jari besar!!”

Kemudian, untuk melihat apa yang di dalam variabel fred, kita bisa mengetikkan print(fred), seperti ini:

>>> print(fred)
Why do gorillas have big nostrils? Big fingers!!

Anda juga dapat menggunakan tanda kutip tunggal untuk membuat string, seperti ini:

>>> fred = 'What is pink and fluffy? Pink fluff!!'
>>> print(fred)
What is pink and fluffy? Pink fluff!!

Namun, jika Anda mencoba untuk memasukkan lebih dari satu baris teks  string menggunakan tanda kutip tunggal (‘) atau kutip ganda (“) atau jika Anda mulai dengan satu jenis kutipan dan mencoba untuk mengakhiri dengan tanda kutip yang lain, Anda akan mendapatkan pesan kesalahan di shell Python misalnya, masukkan baris berikut:

>>> fred = "How do dinosaurs pay their bills?

Kamu akan melihat hasil seperti ini :

SyntaxError: EOL while scanning string literal

Ini adalah pesan kesalahan yang mengeluhkan tentang sintaksnya karena Anda tidak mengikuti aturan untuk mengakhiri string dengan tanda kutip tunggal atau ganda.

Sintaks berarti penataan dan urutan kata dalam kalimat, atau dalam kasus ini, penataan dan urutan kata-kata dan simbol-simbol dalam sebuah program. Jadi SyntaxError berarti bahwa Anda melakukan sesuatu dalam urutan yang tidak Python harapkan, atau Python mengharapkan sesuatu yang tidak kamu cantumkan. EOL berarti akhir-dari-line, sehingga sisa dari pesan kesalahan memberitahu pada Anda bahwa Python telah mencapai akhir baris dan tidak menemukan kutipan ganda untuk menutup string.

Untuk menggunakan lebih dari satu baris teks dalam string Anda (disebut string multiline), gunakan tiga tanda kutip tunggal (”’), dan kemudian tekan enter antara barisnya, seperti ini:

>>> fred = '''How do dinosaurs pay their bills?
With tyrannosaurus checks!'''

Sekarang mari kita mencetak isi fred untuk melihat apakah ini bekerja:

>>> print(fred)
How do dinosaurs pay their bills?
With tyrannosaurus checks!

Menangani Masalah pada String

Sekarang perhatikan contoh string berikut ini, yang menyebabkan Python untuk menampilkan pesan error:

>>> silly_string = 'He said, "Aren't can't shouldn't wouldn't."'
SyntaxError: invalid syntax

Pada baris pertama, kami mencoba untuk membuat sebuah string (didefinisikan pada variabel silly_string) diapit oleh tanda kutip tunggal, tetapi juga mengandung campuran tanda kutip tunggal dalam can`t, shouldn`t, dan wouldn`t, serta tanda kutip ganda. Berantakan!

Ingat bahwa Python sendiri tidak secerdas manusia, sehingga python melihat semua itu sebagai string yang berisi He said, “Aren, diikuti oleh sekelompok karakter lain yang tidak diharapkan. Ketika Python melihat tanda kutip (baik tunggal atau ganda kutipan), mereka mengharapkan string untuk mulai mengikuti tanda pertama dan string diakhiri setelah tanda kutip yang cocok berikutnya (baik tunggal atau ganda) pada baris tersebut. Dalam hal ini, awal string adalah kutip tunggal menandai sebelum He, dan akhir dari string, sejauh pengetahuan Python, adalah single quote setelah n di Aren. IDLE menyoroti titik di mana terjadi hal-hal yang tidak beres:

Fig 2.3.2. invalid sintaks pada stringBaris terakhir IDLE memberitahu kita  jenis kesalahan apa yang terjadi-dalam hal ini, kesalahan sintaks.

Menggunakan tanda kutip ganda bukannya tanda kutip tunggal masih menghasilkan error:

>>> silly_string = "He said, "Aren't can't shouldn't wouldn't.""
SyntaxError: invalid syntax

Di sini, Python melihat string dibatasi oleh tanda kutip ganda, yang mengandung huruf He Said, (dan spasi). Semuanya setelah string tersebut (dari Aren’t) menyebabkan kesalahan:

Fig 2.3.3. invalid sintaks pada string 2

Ini karena, dari perspektif Python, semua hal ekstra hanya tidak seharusnya berada di sana. Python mencari kutipan yang cocok berikutnya dan tidak tahu apa yang ingin Anda lakukan dengan apa pun yang diikuti tanda kutip itu pada baris yang sama.

Solusi untuk masalah ini adalah string multiline, yang kita pelajari sebelumnya, menggunakan tiga tanda kutip tunggal (”’), yang memungkinkan kita untuk menggabungkan tanda kutip ganda dan tunggal dalam string kami tanpa menyebabkan kesalahan. Bahkan, jika kita menggunakan tiga tanda kutip tunggal, kita dapat menempatkan setiap kombinasi tanda kutip tunggal dan ganda dalam string (selama kita tidak mencoba untuk menempatkan tiga tanda kutip tunggal di sana). Ini adalah versi string kita yang bebas dari kesalahan :

Fig 2.3.4. menangani kesalahan pada string

silly_string = '''He said, "Aren't can't shouldn't wouldn't."'''

Tapi tunggu, masih ada lagi. Jika Anda benar-benar ingin menggunakan tanda kutip tunggal atau ganda untuk mengelilingi string di Python, bukannya tiga tanda kutip tunggal, Anda dapat menambahkan backslash (\) sebelum setiap tanda kutip dalam string. Ini disebut escaping. Ini adalah cara untuk mengatakan ke Python, “Ya, saya tahu saya memiliki kutipan dalam string saya, dan saya ingin Anda mengabaikan mereka sampai Anda melihat akhir kutipan.”

Escaping string dapat membuat mereka sulit untuk dibaca, jadi mungkin lebih baik menggunakan string multiline. Namun, Anda mungkin akan menemukan potongan kode yang menggunakan escaping, jadi ada baiknya untuk mengetahui mengapa backslashes ada.

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana escaping bekerja:

>>> single_quote_str = 'He said, "Aren\'t can\'t shouldn\'t wouldn\'t."'
>>> double_quote_str = "He said, \"Aren't can't shouldn't wouldn't.\""
>>> print(single_quote_str)
He said, "Aren't can't shouldn't wouldn't."
>>> print(double_quote_str)
He said, "Aren't can't shouldn't wouldn't."

Menyisipkan nilai ke dalam String

Jika Anda ingin menampilkan pesan menggunakan isi dari variabel, kamu dapat menyisipkan nilainya dalam string menggunakan %s, yang berfungsi sebagai penanda untuk menampilkan nilai yang ingin  kamu tambahkan nanti. Sebagai contoh, agar Python menghitung atau menyimpan jumlah poin yang kamu dapatkan dalam sebuah game, dan kemudian menambahkannya ke kalimat seperti “Saya mendapat %s poin, ” gunakan %s dalam kalimat di tempat poin, dan kemudian memberitahu Python nilainya, seperti ini:

>>> myscore = 1000
>>> message = 'I scored %s points'
>>> print(message % myscore)
I scored 1000 points

Di sini, kita membuat variabel myscore  dengan nilai 1000 dan variabel message  dengan string yang berisi kata-kata “I scored %s points” di mana %s adalah sebuah tempat untuk jumlah poin. Pada baris berikutnya, kita memanggil print(message) dengan simbol % untuk memberitahu Python untuk menggantikan %s dengan nilai yang tersimpan dalam variabel myscore. Hasilnya adalah  mencetak pesan ini : I scored 1000 points. Kita tidak perlu menggunakan variabel untuk mendapatkan nilainya. Kita bisa melakukan contoh yang sama dengan hanya menggunakan print(message % 1000).

Kita juga dapat melewatkan nilai yang berbeda untuk placeholder %s, menggunakan variabel yang berbeda, seperti dalam contoh ini:

>>> joke_text = '%s: a device for finding furniture in the dark'
>>> bodypart1 = 'Knee'
>>> bodypart2 = 'Shin'
>>> print(joke_text % bodypart1)
Knee: a device for finding furniture in the dark
>>> print(joke_text % bodypart2)
Shin: a device for finding furniture in the dark

Di sini, kita membuat tiga variabel. Yang pertama, joke_text, termasuk string dengan penanda  %s. Variabel lainnya adalah bodypart1 dan bodypart2. Kita dapat mencetak variabel joke_text, dan sekali lagi menggunakan operator % untuk menggantinya dengan isi dari variabel bodypart1 dan bodypart2 untuk menghasilkan pesan yang berbeda.

Fig 2.3.5. Menyisipkan nilai dalam stringAnda juga dapat menggunakan lebih dari satu placeholder dalam sebuah string, seperti ini:

>>> nums = 'What did the number %s say to the number %s? Nice belt!!'
>>> print(nums % (0, 8))
What did the number 0 say to the number 8? Nice belt!!

Bila menggunakan lebih dari satu placeholder, pastikan untuk membungkus nilai-nilai pengganti dalam kurung, seperti yang ditunjukkan dalam contoh. Urutan nilai adalah urutan di mana mereka akan digunakan dalam string.

Menggandakan String

Apa hasilnya 10 dikalikan dengan 5? Jawabannya adalah 50, tentu saja. Tapi apa hasilnya 10 dikalikan dengan a ? Berikut jawabannya Python:

>>> print(10 * 'a')
aaaaaaaaaa

Python programmer mungkin menggunakan pendekatan ini untuk memperderetkan string dengan jumlah tertentu ketika menampilkan pesan di shell, misalnya. Bagaimana mencetak huruf di shell (pilih File ▸ New Window, dan masukkan kode berikut):

spaces = ' ' * 25
print('%s 12 Butts Wynd' % spaces)
print('%s Twinklebottom Heath' % spaces)
print('%s West Snoring' % spaces)
print()
print()
print('Dear Sir')
print()
print('I wish to report that tiles are missing from the')
print('outside toilet roof.')
print('I think it was bad wind the other night that blew them away.')
print()
print('Regards')
print('Malcolm Dithering')

Setelah Anda mengetik kode tersebut ke jendela shell, pilih File ▸ Save As. Beri nama file Anda dengan myletter.py.

Catatan :

Mulai sekarang, ketika Anda melihat Save As: somefilename.py atas serangkaian kode program, Anda sudah tahu bahwa Anda perlu untuk memilih File ▸ New Window, masukkan kode ke jendela yang muncul, dan kemudian menyimpannya seperti yang kita lakukan dalam contoh diatas.

Pada baris pertama dari contoh ini, kita menciptakan ruang variabel dengan mengalikan karakter spasi sebesar 25. Kami kemudian menggunakan variabel yang dalam tiga baris berikutnya untuk menyelaraskan teks di sebelah kanan shell. Anda dapat melihat hasil dari statement print tersebut sebagai berikut:

Fig 2.3.6. mencetak string yang digandakan

Selain menggunakan perkalian untuk penyelarasan, kami juga dapat menggunakannya untuk mengisi layar dengan pesan yang mengganggu. Coba contoh ini untuk diri sendiri:

>>> print(1000 * 'snirt')
Categories: Buku Komputer, Pemrograman Komputer, Python | Tag: | Tinggalkan komentar

Bab 2. Belajar Memprogram [Pemrograman Python Untuk Anak] – bagian 2 { Perhitungan dan Variabel }}

2.2. Perhitungan dan Variabel

Sekarang Anda memiliki Python yang telah terinstal dan tahu bagaimana untuk memulai shell Python, Anda siap untuk melakukan sesuatu dengan itu. Kita akan mulai dengan beberapa perhitungan sederhana dan kemudian pindah ke variabel. Variabel adalah cara menyimpan hal-hal dalam program komputer, dan mereka dapat membantu Anda menulis program yang berguna.

Menghitung dengan Python

Biasanya, ketika diminta untuk mencari perkalian dari dua angka seperti 8 × 3,57, Anda akan menggunakan kalkulator atau pensil dan kertas. Nah, bagaimana menggunakan shell Python untuk melakukan perhitungan Anda? Mari kita coba.

Mulai shell Python dengan mengklik dua kali ikon IDLE pada desktop Anda atau, jika Anda menggunakan Ubuntu, dengan mengklik ikon IDLE dalam menu Aplikasi. Saat diminta, masukkan persamaan ini:

>>> 8 * 3.57
28.56

Perhatikan bahwa ketika memasukkan perhitungan perkalian dengan Python, Anda menggunakan tanda bintang (*) bukan tanda perkalian (×).

Bagaimana kalau kita mencoba persamaan yang sedikit lebih berguna?

Misalkan Anda menggali di halaman belakang Anda dan mengungkap sekantong 20 koin emas. Keesokan harinya, Anda menyelinap ke ruang bawah tanah dan memasukkan koin ke dalam mesin replikasi bertenaga uap penemuan kakekmu (Untungnya, Anda hanya dapat memasukkan 20 koin ke dalamnya). Anda mendengar suara mendesing dan meletus dan, beberapa jam kemudian, keluar 10 koin lain berkilauan.

Berapa banyak uang yang akan Anda miliki di peti harta karun Anda jika Anda melakukan ini setiap hari selama satu tahun? Di atas kertas, persamaan mungkin terlihat seperti ini:

10 × 365 = 3650
20 + 3650 = 3670

Tentu, itu cukup mudah untuk melakukan perhitungan ini pada kalkulator atau di atas kertas, tapi kita bisa melakukan semua perhitungan tersebut dengan shell Python juga. Pertama, kita kalikan 10 koin dengan 365 hari dalam setahun untuk mendapatkan 3650. Selanjutnya, kita tambahkan aslinya 20 koin untuk mendapatkan 3670.

>>> 10 * 365
3650
>>> 20 + 3650
3670

Sekarang, bagaimana jika gagak bintik emas mengkilap duduk di kamar tidur Anda, dan setiap minggu berhasil mencuri tiga koin? Berapa banyak uang anda yang akan hilang pada akhir tahun? Berikut adalah cara perhitungan ini terlihat di shell:

>>> 3 * 52
156
>>> 3670 − 156
3514

Pertama, kita kalikan 3 koin dengan 52 minggu per tahun. Hasilnya adalah 156. Kami kurangi jumlah itu dari jumlah koin kami (3670), yang mengatakan kepada kita bahwa kita akan memiliki 3514 koin yang tersisa pada akhir tahun.

Ini adalah program yang sangat sederhana. Dalam buku ini, Anda akan belajar bagaimana untuk memperluas ide-ide untuk menulis program yang lebih berguna.

Operator Pada Python

Anda dapat melakukan perkalian, penambahan, pengurangan, dan pembagian di shell Python, dan operasi matematika lain yang kita tidak akan masuk ke sekarang. Simbol dasar yang digunakan oleh Python untuk melakukan operasi matematika disebut operator, seperti yang tercantum dalam Tabel 2-1.

Fig 2.2.1. Tabel Operator Dasar PhytonGaris miring (/) digunakan untuk pembagian karena mirip dengan baris baris yang akan Anda gunakan saat menulis. Misalnya, jika Anda memiliki 100 bajak laut dan 20 tong besar dan Anda ingin menghitung berapa banyak perompak Anda bisa bersembunyi di setiap barel, Anda bisa membagi 100 bajak laut sebesar 20 barel (100 ÷ 20) dengan memasukkan 100 / 20  di shell Python. Hanya ingat bahwa garis miring  yang digunakan adalah yang atasnya menuju ke kanan (\).

Fig 2.2.2. ilustrasi bajak laut dalam tong

Urutan Operasi

Kami menggunakan kurung dalam bahasa pemrograman untuk mengontrol urutan operasi. Operasi adalah segala sesuatu yang menggunakan operator. Perkalian dan pembagian memiliki tatanan yang lebih tinggi dibandingkan penambahan dan pengurangan, yang berarti bahwa mereka dilakukan pertama. Dengan kata lain, jika Anda memasukkan persamaan dengan Python, perkalian atau pembagian dilakukan sebelum penambahan atau pengurangan.

Misalnya, dalam persamaan berikut, angka 30 dan 20 dikalikan terlebih dahulu, dan nomor 5 akan ditambahkan ke hasil mereka.

>>> 5 + 30 * 20
605

Persamaan ini adalah cara lain untuk mengatakan, “kalikan 30 dengan 20, dan kemudian tanbahkan dengan 5.” Hasilnya adalah 605. Kita dapat mengubah urutan operasi dengan menambahkan tanda kurung di sekitar dua angka pertama, seperti:

>>> (5 + 30) * 20
700

Hasil persamaan ini adalah 700 (bukan 605) karena kurung memberitahu Python untuk melakukan operasi di dalam kurung terlebih dahulu, dan kemudian melakukan operasi di luar kurung. Contoh ini mengatakan “tambahkan 5 dengan 30, dan kemudian kalikan hasilnya dengan 20.”

Fig 2.2.3. ilustrasi kalkulatorTanda kurung dapat bersarang, yang berarti bahwa boleh terdapat kurung di dalam tanda kurung, seperti ini:

>>> ((5 + 30) * 20) / 10
70.0

Dalam kasus ini, Python mengevaluasi kurung terdalam terlebih dahulu, kemudian yang luar, dan kemudian operator pembagian di bagian akhirnya. Dengan kata lain, persamaan ini mengatakan, “menambahkan 5 dengan 30, kemudian kalikan hasilnya dengan 20, dan membagi hasilnya dengan 10.” Inilah yang terjadi:

  • Menambahkan 5 dengan 30 memberikan 35.
  • Mengalikan 35 dengan 20 memberikan 700.
  • Membagi 700 dengan 10 memberikan jawaban akhir dari 70.

Jika kita tidak menggunakan tanda kurung, hasilnya akan sedikit berbeda:

>>> 5 + 30 * 20 / 10
65.0

Dalam kasus ini, 30 pertama kali dikalikan dengan 20 (mengahilkan 600), dan kemudian 600 dibagi dengan 10 (menghasilkan 60). Akhirnya, ditambahkan 5 untuk mendapatkan hasil 65.

Peringatan :

Ingat bahwa perkalian dan pembagian selalu dikerjakan sebelum penambahan dan pengurangan, kecuali tanda kurung digunakan untuk mengontrol urutan operasi.

Variabel adalah Seperti Label

Kata variabel dalam pemrograman menggambarkan tempat untuk menyimpan informasi seperti nomor, teks, daftar nomor dan teks, dan sebagainya. Cara lain untuk melihat variabel adalah bahwa hal itu seperti sebuah label untuk sesuatu.

Misalnya, untuk membuat sebuah variabel bernama fred, kita menggunakan tanda sama dengan (=) dan kemudian memberitahu Python informasi apa yang harus variabel labeli. Di sini, kita menciptakan variabel fred dan memberitahu Python bahwa variabel fred digunakan untuk memberi label pada angka 100 (perhatikan bahwa ini tidak berarti variabel lain tidak dapat memiliki nilai yang sama):

>>> fred = 100

Untuk mengetahui nilai variabel, ketikkan print dalam shell, diikuti dengan nama variabel dalam kurung, seperti ini:

>>> print(fred)
100

Kita juga dapat memberitahu Python untuk mengubah variabel fred sehingga melabeli sesuatu yang lain. Sebagai contoh, berikut adalah cara untuk mengubah fred melabeli ke angka 200:

>>> fred = 200
>>> print(fred)
200

Pada baris pertama, kita mengatakan bahwa fred melabeli angka 200. Pada baris kedua, kita bertanya fred melabeli apa, hanya untuk mengkonfirmasi perubahan. Python mencetak hasil pada baris terakhir.

Kita juga bisa menggunakan lebih dari satu label (lebih dari satu variabel) untuk item yang sama:

>>> fred = 200
>>> john = fred
>>> print(john)
200

Dalam contoh ini, kita mengatakan Python bahwa kita ingin nama (atau variabel) john untuk melabeli hal yang sama seperti fred dengan menggunakan tanda sama antara john dan fred.

Tentu saja, fred mungkin bukan nama yang sangat berguna untuk variabel karena kemungkinan besar tidak menceritakan apa-apa tentang variabel digunakan untuk apa. Mari kita sebut number_of_coins variabel kita bukan fred, seperti ini:

>>> number_of_coins = 200
>>> print(number_of_coins)
200

Hal ini membuat jelas bahwa kita sedang berbicara tentang 200 koin.

Nama variabel dapat terdiri dari huruf, angka, dan karakter garis bawah (_), tetapi mereka tidak dapat dimulai dengan nomor. Anda dapat menggunakan apapun dari huruf tunggal (seperti a) untuk kalimat panjang untuk nama variabel. (Variabel tidak dapat berisi spasi, jadi gunakan garis bawah untuk memisahkan kata.) Kadang-kadang, jika Anda melakukan sesuatu yang cepat, nama variabel pendek adalah yang terbaik. Nama yang Anda pilih harus tergantung pada betapa berartinya Anda memerlukan nama variabel itu.

Sekarang Anda tahu cara membuat variabel, mari kita lihat bagaimana menggunakannya.

Menggunakan Variabel

Ingat persamaan kami untuk mencari tahu berapa banyak uang yang Anda memiliki pada akhir tahun jika secara ajaib anda bisa membuat uang logam baru dengan penemuan gila kakekmu di ruang bawah tanah? Kami memiliki persamaan ini:

>>> 20 + 10 * 365
3670
>>> 3 * 52
156
>>> 3670 - 156
3514

Kita bisa mengubah ini menjadi satu baris kode:

>>> 20 + 10 * 365 − 3 * 52
3514

Sekarang, bagaimana jika kita mengubah angka ke dalam variabel? Coba masukkan berikut ini:

>>> found_coins = 20
>>> magic_coins = 10
>>> stolen_coins = 3

Entri ini menciptakan variabel found_coins, magic_coins, dan stolen_coins.

Sekarang, kita bisa memasukkan kembali persamaannya seperti ini:

>>> found_coins + magic_coins * 365 - stolen_coins * 52
3514

Anda dapat melihat bahwa ini memberi kita jawaban yang sama. Jadi siapa yang peduli, kan? Ah, tapi inilah keajaiban variabel. Bagaimana jika Anda tetap orang-orangan sawah di jendela Anda, dan gagak mencuri hanya dua koin bukannya tiga? Ketika kita menggunakan variabel, kita hanya dapat mengubah variabel untuk memegang nomor baru, dan itu akan berubah di mana-mana ia digunakan dalam persamaan. Kita dapat mengubah variabel stolen_coins ke 2 dengan memasukkan ini:

Fig 2.2.4. ilustrasi burung mengambil koin emas

>>> stolen_coins = 2

Kita kemudian dapat meng-copy dan paste persamaan untuk menghitung jawaban lagi, seperti:

1. Pilih teks untuk menyalin dengan mengklik dengan mouse dan menyeret dari awal sampai akhir baris, seperti yang ditunjukkan di sini:

Fig 2.2.5. pilih teks untuk dicopy pada IDLE
2. Tahan tombol ctrl dan tekan C untuk menyalin teks yang dipilih. (Anda akan melihat ini sebagai ctrl-C dari sekarang.)
3. Klik prompt baris terakhir (setelah stolen_coins = 2).
4. Tahan tombol ctrl dan tekan V untuk paste teks yang dipilih. (Anda akan melihat ini sebagai ctrl-V dari sekarang.)
5. Tekan enter untuk melihat hasil yang baru:

Fig 2.2.6. tekan enter untuk melihat hasilnya pada IDLE

Bukankah itu jauh lebih mudah daripada mengetik ulang seluruh persamaan? pasti.

Anda dapat mencoba mengubah variabel lainnya, dan kemudian copy (ctrl-C) dan paste (ctrl-V) perhitungan untuk melihat efek dari perubahan Anda. Misalnya, jika Anda memukul sisi penemuan kakekmu pada saat yang tepat, dan meludah keluar 3 koin tambahan setiap kali, Anda akan menemukan bahwa Anda berakhir dengan 4661 koin di akhir tahun:

>>> magic_coins = 13
>>> found_coins + magic_coins * 365 - stolen_coins * 52
4661

Tentu saja, menggunakan variabel untuk persamaan sederhana seperti ini masih hanya sedikit berguna. Ia belum benar-benar berguna. Untuk saat ini, hanya perlu ingat bahwa variabel adalah cara pelabelan hal sehingga Anda dapat menggunakannya nanti.

Apa Yang Telah Kamu Pelajari

Dalam bab ini Anda belajar bagaimana melakukan persamaan sederhana dengan menggunakan operator Python dan bagaimana menggunakan tanda kurung untuk mengontrol urutan operasi (urutan Python mengevaluasi bagian dari persamaan). Kami kemudian menciptakan variabel untuk  melabeli nilai dan menggunakan variabel dalam perhitungan kami.

Categories: Buku Komputer, Pemrograman Komputer, Python | Tag: | Tinggalkan komentar

Bab 2. Belajar Memprogram [Pemrograman Python Untuk Anak] – bagian 1

Bab 2. Belajar Memprogram

2.1. Tidak Semua Ular Merayap

Program komputer adalah sekumpulan instruksi yang menyebabkan komputer melakukan beberapa jenis tindakan. Ia bukan bagian fisik dari komputer – seperti kabel, microchips, cards, harddisk, dan sebagainya – tetapi sesuatu yang tersembunyi dan berjalan pada hardware tersebut. Program komputer, yang selanjutnya saya sebut program saja, adalah sekumpulan perintah yang memberitahu hardware apa yang harus dilakukannya. Software adalah sekumpulan program komputer.

Tanpa program komputer , hampir setiap perangkat yang Anda gunakan sehari-hari akan berhenti bekerja atau menjadi tidak berguna. Program komputer, dalam satu bentuk atau yang lain, mengendalikan tidak hanya komputer pribadi tetapi juga sistem video game, ponsel, dan unit GPS di mobil. Software juga mengontrol TV LCD dan pengendali jarak jauh mereka, serta beberapa radio terbaru, pemutar DVD, oven,  dan beberapa lemari es. Bahkan mesin mobil, lampu lalu lintas, lampu jalan, sinyal kereta api, billboard elektronik, dan elevator dikendalikan oleh program.

Program bekerja seperti pikiran. Jika Anda tidak memiliki pikiran, Anda mungkin hanya akan duduk di lantai, menatap kosong dan berliur di bagian depan kemeja Anda. Anda berpikir “bangun dari lantai ” adalah instruksi, atau perintah, yang memberitahu tubuh Anda untuk berdiri. Dengan cara yang sama , program komputer memberitahu komputer apa yang harus dilakukan.

Jika Anda tahu bagaimana menulis program komputer, Anda dapat melakukan segala macam hal yang berguna. Tentu, Anda mungkin tidak dapat menulis program untuk control mobil, lampu lalu lintas, atau kulkas Anda ( ya , setidaknya tidak pada awalnya ), tetapi Anda bisa membuat halaman web, menulis permainan Anda sendiri, atau bahkan membuat sebuah program untuk membantu dengan pekerjaan rumah Anda.

Sekilas kata Tentang Bahasa

Seperti halnya manusia, komputer menggunakan beberapa bahasa untuk berkomunikasi-dalam hal ini, bahasa pemrograman. Sebuah bahasa pemrograman hanyalah sebuah cara tertentu untuk berbicara dengan komputer – cara untuk menggunakan petunjuk yang manusia dan komputer dapat mengerti.

Ada bahasa pemrograman dinamai dengan nama orang (seperti Ada dan Pascal), ada juga yang diberi nama menggunakan akronim sederhana (seperti BASIC dan FORTRAN), dan bahkan beberapa dinamai acara TV, seperti Python. Ya, bahasa pemrograman Python dinamai seperti Flying Circus acara TV Monty Python, tidak setelah ular python.

CATATAN
Monty Python Flying Circus adalah komedi Inggris yang menunjukkan alternatif siaran pertama pada tahun 1970, dan tetap sangat populer saat ini di kalangan khalayak tertentu. Acara ini memiliki sketsa seperti“The Ministry of Silly Walks,” “The Fish-Slapping Dance,” dan “The Cheese Shop” (yang tidak menjual keju).

Beberapa hal tentang bahasa pemrograman Python membuatnya sangat berguna untuk pemula. Yang paling penting, Anda dapat menggunakan Python untuk menulis program sederhana dan efisien dengan sangat cepat. Python tidak memiliki banyak simbol yang rumit, seperti kawat gigi ({}), hash (#), dan tanda-tanda dolar ($), yang membuat bahasa pemrograman lain jauh lebih sulit untuk dibaca dan, oleh karena itu, jauh lebih ramah untuk pemula.

Menginstal Python

Instalasi Python cukup mudah. Di sini, kita akan menuju ke langkah-langkah untuk menginstal pada Windows 7, Mac OS X, dan Ubuntu. Ketika menginstal Python, Anda juga akan menyiapkan shortcut untuk program IDLE, yang merupakan Integrated Development Environment yang memungkinkan Anda menulis program menggunakan Python.

Menginstal Python di Windows 7

Untuk menginstal Python untuk Microsoft Windows 7, arahkan browser web ke http://www.python.org/ dan download versi terbaru Windows installer untuk Python 3. Carilah bagian dalam menu berjudul Quick Links, seperti yang ditunjukkan di sini:

Web Python- download installer windows

Catatan

Versi tepatnya Python yang Anda download tidak penting, asalkan dimulai dengan angka 3.

Setelah Anda men-download installer Windows, klik dua kali ikonnya, kemudian ikuti petunjuk untuk menginstal Python di lokasi default, sebagai berikut:

  1. Pilih Install for All Users, dan kemudian klik Next.
  2. Biarkan direktori default tidak diubah, tetapi catat nama direktori instalasi (mungkin C:\Python31 or C:\Python32). Klik Next.
  3. Abaikan bagian kustomisasi instalasi Python, dan klik Next.

Pada akhir proses ini, Anda seharusnya memiliki 3 entri Python dalam menu Start Anda.

shortcut python di menu start windows

Menginstal Python di Mac OSX

Jika Anda menggunakan Mac, Anda harus mencari versi Python yang telah terinstal, tapi itu mungkin versi lama. Untuk memastikan bahwa Anda menjalankan versi terbaru, arahkan browser Anda ke http://www.python.org/getit/ untuk men-download installer terbaru untuk Mac.

Ada dua installer yang berbeda. Yang Anda harus download tergantung pada versi Mac OS X yang telah Anda instal. (Untuk mengetahui, klik ikon Apple di menu bar atas, dan pilih About this Mac.) Pilih sebuah installer sebagai berikut:

  1. Jika kamu menggunakan Mac OS X versi antara 10.3 dan 10.6, download versi 32-bit dari Python 3 untuk i386/PPC.
  2. Jika kamu menggunakan Mac OS X versi 10.6 keatar, download versi 64-bit/32-bit dari Python 3 untuk x86-64.

Setelah file didownload (akan memiliki ekstensi nama file. Dmg), klik dua kali. Anda akan melihat jendela yang menampilkan isi file.

isi file python dot  dmg mac

Dalam jendela ini, klik dua kali Python.mpkg, dan kemudian ikuti petunjuk untuk menginstal perangkat lunak. Anda akan diminta untuk sandi administrator untuk Mac Anda sebelum menginstal Python. (Tidak memiliki password administrator? Orangtua Anda mungkin perlu memasukkannya.)

Selanjutnya, Anda perlu menambahkan script pada desktop untuk meluncurkan aplikasi IDLE Python, sebagai berikut:

  • Klik ikon Spotlight, kaca pembesar kecil di sudut kanan atas layar.
  • Pada kotak yang muncul, masukkan Automator.
  • Klik aplikasi yang terlihat seperti robot ketika muncul dalam menu. Ini akan ada di bagian berlabel Hit Top atau Aplikasi.
  • Setelah Automator dimulai, pilih Aplikasi template:

menjalankan python di mac

  • Pilih Choose untuk melanjutkan.
  • Dalam daftar tindakan, cari Run Shell Script, dan tarik ke panel kosong di sebelah kanan. Anda akan melihat sesuatu seperti ini:

menjalankan python di mac2

  • Dalam kotak teks, Anda akan melihat kata cat. Pilih kata tersebut dan ganti dengan teks berikut (semuanya dari open hingga -n):

open -a “/Applications/Python 3.2/IDLE.app” –args -n

Anda mungkin perlu mengubah direktori tergantung pada versi Python yang Anda instal.

  • Pilih File ▸ Save, dan masukkan IDLE sebagai namanya.
  • Pilih Desktop dari dialog Where, dan kemudian klik Save.

Menginstal Python di Ubuntu

Python telah terinstal pada distribusi Linux Ubuntu, tapi mungkin versi lama. Ikuti langkah-langkah untuk menginstal Python 3 di Ubuntu 12.x:

  1. Klik tombol Ubuntu Software Center di Sidebar (itu adalah ikon yang terlihat seperti tas-oranye jika Anda tidak melihatnya, Anda selalu dapat mengklik ikon Dash Home dan masukkan Software dalam dialog).
  2. Masukkan Python di kotak pencarian di pojok kanan atas Software Center.
  3. Dalam daftar software yang disajikan, pilih versi terbaru dari IDLE, yang IDLE (Python menggunakan 3,2) dalam contoh ini:
  4. Klik Install.
  5. Masukkan password administrator Anda untuk menginstal perangkat lunak, dan kemudian klik Authenticate. (Tidak memiliki password administrator? Orangtua Anda mungkin perlu memasukkannya.)

ubuntu software center

CATATAN
Pada beberapa versi Ubuntu Anda mungkin hanya melihat Python (v3.2) di menu utama (bukan IDLE)-Anda dapat menginstal ini sebagai gantinya.

Setelah Menginstal Python

setelah menginstal python

Anda sekarang seharusnya memiliki ikon pada Windows atau Mac X OS desktop berlabel IDLE. Jika Anda menggunakan Ubuntu, dalam menu Aplikasi, Anda akan melihat sebuah kelompok baru bernama Programming dengan aplikasi IDLE (Python menggunakan 3.2) (atau versi yang lebih baru).

Klik dua kali ikon atau memilih opsi menu, dan Anda akan melihat jendela ini:

python iddle

Ini adalah Python shell, yang merupakan bagian dari lingkungan pengembangan terpadu Python. Tiga tanda yang lebih besar daripada (>>>) disebut prompt.
Mari kita masukkan beberapa perintah pada prompt, dimulai dengan:

print("Hello World")

Pastikan untuk menyertakan tanda kutip ganda (” “). Tekan enter pada keyboard Anda ketika Anda selesai mengetik. Jika Anda telah memasukkan perintah dengan benar, Anda akan melihat sesuatu seperti ini:

>>> print("Hello World")
Hello World
>>>

Prompt seharusnya muncul kembali untuk membiarkan Anda tahu bahwa shell Python siap menerima perintah lagi.

Selamat! Anda baru saja menciptakan program Python pertama Anda. Kata cetak adalah jenis Python perintah yang disebut fungsi, dan ia akan mencetak apa yang ada di dalam kurung ke layar. Pada intinya, Anda telah memberikan komputer instruksi untuk menampilkan kata-kata “Hello World” – sebuah instruksi bahwa Anda dan komputer dapat mengerti.

Categories: Buku Komputer, Pemrograman Komputer, Python | Tag: | Tinggalkan komentar

Bab 1. Pengantar [Pemrograman Python Untuk Anak]

Bab 1. Pengantar

Mengapa belajar pemrograman komputer?

Pemrograman mengasah kreativitas, berpikir, dan memecahkan masalah. Programmer memiliki kesempatan untuk membuat sesuatu dari awal, menggunakan logika untuk membangun program menjadi sesuatu yang bisa dijalankan komputer, dan ketika ada yang tidak bekerja sesuai harapan, menggunakan pemecahan masalah untuk menemukan apa yang salah. Memprogram adalah aktifitas yang sangat menyenangkan, kadang menantang (dan kadang-kadang bikin frustasi), dan keterampilan yang didapat saat mempelajarinya bisa digunakan di sekolah maupun di tempat kerja … bahkan ketika karir kamu tidak berhubungan dengan komputer.

1.1. Mengapa Python?

Python adalah bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dan memiliki banyak fitur yang berguna bagi pemula. Kode programnya lebih mudah dibaca dibandingkan bahasa pemrograman lainnya, dan ia memiliki shell interaktif yang mana kamu bisa memasukkan program kamu dan melihat hasilnya. Python memiliki beberapa fitur yang sangat meningkatkan proses belajar dan mengijinkan kamu menaruh animasi sederhana kamu untuk membuat game kamu sendiri. Satu diantaranya adalah modul turtle, terinspirasi dari turtle graphics (digunakan oleh bahasa pemrograman Logo di tahun 1960-an) dan didesain untuk digunakan dalam pembelajaran.  Modul lainnya adalah tkinter, interface untuk Tk GUI toolkit, yang menyediakan cara mudah untuk membuat program dengan lebih banyak grafis dan animasi.

1.2. Bagaimana Cara Belajar Memprogram?

Seperti halnya lainnya saat kamu mencoba pertama kali, selalu lebih baik memulainya dari dasar, jadi mulailah dari bab pertama dan menahan diri untuk melewatinya langsung menuju bab berikutnya. Tidak ada seorangpun bisa memainkan orkestra simfony saat ia pertama kali memegang instrumen. Siswa penerbangan tidak akan menerbangkan pesawat sebelum ia memahami kontrol dasar.  Jika kamu melompatinya terlalu cepat, tidak hanya ide dasarnya tidak akan kamu pahami, tetapi kamu juga akan mendapati konten bab selanjutnya akan lebih rumit dari yang seharusnya.

Ketika kamu menjelajahi buku ini, cobalah setiap contohnya, sehingga kamu bisa melihat bagaimana dia bekerja. Terdapat juga teka-teki pemrograman yang bisa kamu coba disetiap akhir bab, yang bisa membantumu melakukan improvisasi dalam memprogram. Ingatlah semakin baik kamu memahami konsep dasarnya, akan lebih mudah memahami ide yang lebih rumit lagi nantinya.

Ketika kamu menemukan sesuatu yang membuat frustasi atau terlalu menantang, hal-hal berikut ini menurut saya bisa membantu :

  1. Pecahkan masalah menjadi bagian-bagian kecil. Cobalah memahami apa yang dilakukan bagian kecil kode program itu, atau pikirkan hanya bagian kecil dari ide yang sulit (fokus pada bagian kecil kode program untuk difahami dari pada keseluruhan).
  2. Jika hal diatas tidak membantu, terkadang yang terbaik adalah meninggalkannya sementara. Tidur dan kembali mencobanya di lain hari. Ini adalah cara yang bagus untuk menyelesaikan banyak masalah, dan ini khususnya sangat berguna bagi programmer komputer.

1.3. Siapa Yang Seharunya Membaca Buku Ini

Buku ini adalah untuk siapa saja yang tertarik pada pemrograman komputer. Untuk anak-anak ataupun dewasa yang belajar pemrograman pertama kali. Jika kamu ingin menulis program kamu sendiri daripada menggunakan program yang ditulis oleh orang lain, Python untuk anak adalah tempat yang tepat untuk memulai.

Di bab berikutnya kamu akan menemukan cara menginstal python, memulai shell python, dan memprogram perhitungan dasar, mencetak teks di layar, dan membuat lists, dan melakukan kontrol sederhana menggunakan pernyataan if dan else, dan melakukan perulangan dengan for. Kamu akan belajar bagaimana menggunakan ulang kode program dengan function, dasar class dan object, dan gambaran beberapa fungsi dan modul bawaan python.

Ketika kamu sudah menguasai pengetahuan dasar dalam pemrograman python, kamu akan belajar untuk membuat game kamu sendiri. Kamu akan mebuat dua game kamu sendiri dan belajar mengenai deteksi tabrakan, events, dan teknik animasi yang berbeda.

Kebanyakan contoh dari buku ini menggunakan shell Python’s IDLE (Lingkungan Pemrograman Terintegrasi). IDLE menyediakan pewarnaan sintaks, fungsionalitas copy dan paste (seperti yang kamu gunakan di aplikasi lainnya), dan jendela editor yang bisa menyimpan kode program kamu untuk digunakan kembali nanti. Pewarnaan sintaks IDLE dan lingkungan pemrograman yang mudah bisa membantu memahami kode program, jadi pada bab awal berikutnya akan menunjukkan padamu bagaimana mengaturnya.

Categories: Buku Komputer, Pemrograman Komputer, Python | Tag: | Tinggalkan komentar

Pemrograman Python Untuk Anak

Kali ini saya ingin mencoba membahas sebuah buku yang saya temukan berjudul Python for kids, a playful introduction to programming. Sebelumnya saya sempat mereview sebentar dengan membaca dan mempraktikkan apa yang di ajarkan di buku tersebut. Menurut saya buku ini bisa dijadikan sebagai awal yang tepat bagi seorang anak untuk belajar pemrograman.

Tujuan saya membahas buku ini disini, sebelumnya adalah untuk mendokumentasikan apa yang sudah saya pelajari dari buku tersebut untuk kemudian akan saya ajarkan kepada anak saya nantinya. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar lagi, saya memutuskan untuk mendokumentasikannya ke dalam blog ini, mudah-mudahan pembaca dapat mengambil manfaat dari apa yang sudah saya pelajari dan sampaikan.

python for kid

Sesuai dengan isi buku tersebut kita akan membahasnya bagian demi bagian yang akan dikelompokkan sebagai berikut :

Bab 1. Pengantar

  1. Mengapa Python ?
  2. Bagaimana cara belajar memprogram
  3. Siapa yang seharusnya membaca buku ini

Bab 2. Belajar Memprogram

  1. Tidak semua ular merayap
  2. Perhitungan dan variabel
  3. Strings, Lists, Tuples, dan Maps
  4. Menggambar dengan Turtles
  5. Bertanya dengan If dan Else
  6. Perulangan
  7. Bagaimana menggunakan Class dan Objek
  8. Fungsi bawaan Python
  9. Modul python yang penting
  10. Lebih banyak lagi Grafis dengan Turtle
  11. Menggunakan tkinter untuk grafis yang lebih baik

Bab 3. Membuat Game Bounce

  1. Memulai game pertamamu, Bounce
  2. Menyelesaikan game pertamamu, Bounce

Bab 4. Membuat Game Mr. Stick Man Races for Exit

  1. Membuat grafis untuk game Mr. Stick Man Races for exit
  2. Membangun game Mr. Stick Man Races for exit
  3. Membuat game Mr. Stick Man
  4. Menyelesaikan game Mr. Stick Man Races for exit

Bab 5. Langkah Berikutnya

  1. Pemrograman game dan grafis
  2. Bahasa pemrograman lainnya
Categories: Buku Komputer, Pemrograman Komputer, Python | Tag: | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.